Sep
Sep
Never give up on a good thing
Ide seringkali muncul tiba-tiba. Waktu saya mandi di kamar mandi (of course, di kamar mandi lah, masa di terminal?) ada ide yang muncul. Yaitu tentang ilustrasi/ joke humor kakaktua yang pinter ngomong. Di masing2 kaki kakaktua itu dipasangi pita panjang. Kalo pita yang di kaki kiri ditarik, kakaktua itu ngomong yang bagus2, misalnya selamat pagi, selamat siang, apa kabar, kabar baik dan sebagainya. Kalau pita yang di kaki kanan ditarik, ngomongnya yang jelek2 dan kasar2, misuh2, mengumpat2, misalnya: @$#&^&*, $%@^#**(#, dll. pokoknya jelek2.
Terus, calon pembelinya tanya, “Kalo ditarik dua2nya, gimana?” Belum sempat penjualnya ngomong, si kakaktua sudah njawab, “Jatuh, dong!”
Lha, yang jadi masalah, saya mau nulis di blog ini tentang topik apa ya? Jadi pikun deh. Mungkin saya kurang hormon testosteron deh. Hihihi.
*mikir keras sambil ngelus2 dagu*
Oya, yang mau saya omongin adalah: dalam komunikasi dengan pasangan kita (pasutri), kita sering ngomong tanpa dipikir dulu. Kayak si calon pembeli itu. Dan juga yang sering bikin kisruh alias chaos, jawaban selanjutnya pun tidak basa basi dan penuh emosi, karena menganggap pasangan kita itu sudah ‘ngawur’ dan ’sembarangan dalam berbicara’.
Banyak pertengkaran yang (tidak perlu) terjadi karena *cara* menjawab yang kasar, tidak empati, sembarangan, kurang sopan, menyakiti hati, dan seribu alasan lainnya.
Saya sudah mencobanya dalam kehidupan sehari2, bila istri saya udah ngomel2 tentang hal yang saya anggap ‘trivial’, saya coba menjawabnya dengan hualusss banget (saking halusnya jadi hualusss). Eh, beneran, tidak ada pertengkaran dan gontok2an dan eyel2an diantara kita. So, saya lebih baik menghindari pertengkaran akibat kata2 gombal yang tidak perlu. Nanti bisa kita koreksi dengan mengucapkan kata2 yang perlu diucapkan, dengan nada yang halus dan nada rendah. Asik sik.
Never give up on a good thing, kata George Benson. But say it with love… kata Andi Sugiarto.
@@ Rehab Your Sex Life! by dr Andi Sugiarto, SpRM.
Sep
Nikmatnya Aromaterapi
Indra penciuman kita sering dilupakan. Yang dipikirkan dan dipertimbangkan biasanya cuma indera penglihatan, indera pendengaran, dan juga indera pengecap. Dan ada satu lagi: 1ndira.wordpress.com. Haha, itu teman blogger saya. Dia di Aussie.
Kalau kita sering makan enak, dan liat barang bagus, serta menikmati musik2 yang enak, jazz misalnya, itu berarti juga memanjakan indera kita. Tapi ada indera yang iri, yaitu si hidung ini. Tanpa terasa, indra pembau kita itu selalu bekerja keras lho. Contohnya kalo ada yang kentut. Wah!!! Dia duluan yang terkena getahnya…
Kalau makan enak, indera pembau kita pun berpengaruh banyak. Kalo kita cium bau masakan yang enak, tentunya makannya pun jadi lebih enak. Kalau cium bau sambal terasi… wah langsung teringat dengan makan enak di pinggir sawah deh!! [maklum saya wong deso, jadi nostalgia nya di pinggir sawah].
Begitupun saat kita ingin bercinta.. kalau kita tambahkan wangi-wangian yang merangsang nafsu dan erotika, niscaya (wah kata2nya kayak sastrawan ya?) kita makin bersemangat menggempur musuh yang kita cintai itu. Yang tadinya iramanya slow rock, akan berubah menjadi disco, bahkan menjadi tekno. Asalkan jangan jadi irama pil koplo aja.
Jadi…
luangkan waktu untuk mengoleskan parfum andalan anda sebelum anda berjuang di ranjang. Hihihi. Ini berlaku untuk suami maupun istri. Universal. Tinggal aromanya yang anda sesuaikan dengan selera anda berdua.
Atau…
bisa juga beli minyak aromaterapi yang kemudian ditaruh di cawan dgn api di bawahnya. Istilahnya ‘burner’. Ada juga burner yang bisa dicolokkan ke listrik, jadi tidak pakai api betulan. Harganya cukup terjangkau. mungkin sekitar 30 s/d 40 ribuan. Juga ada yang bisa dipasang di mobil, kalo mau mobilnya beraroma terapi. Bentuknya mirip parfum mobil yang dipasang di lubang keluarnya angin AC, dan bisa dicolokkan ke pemantik api di mobil.
Cinta memang kadang tidak cukup,
perlu juga sedikit asesoris di dalamnya. Salah satunya ya aromaterapi itu lah.
Saya niru yang ada di Losari Coffee Plantation Resort and Spa, aromanya lavender. Pagi2 jam 6 sudah digubrak2 istri disuruh ikutan yoga, lalu setelah ikut, dikasih eye pillow yang aromanya lavender… wah wah wah… rasanya kayak di surga yang ketujuh. Muantaf bro!!
Apalagi kalo aromaterapi itu dimasukkan ke dalam kamar pengantin. Bolehkan?
Buying advice: Aromaterapi di Body Shop Rp 60 ribu perbotol. Bisa pilih macam2 aroma. [Bukan iklan, lho. Wah Body Shop kesenengen ya dipromosiin saya. hihihi.]
@@ Rehab Your Sex Life! by Dr Andi Sugiarto, SpRM


